Go From Zero to Hero #01: Pengenalan Golang dan Cara Setup Environment di Laptopmu

Go From Zero to Hero #01: Pengenalan Golang dan Cara Setup Environment di Laptopmu

Table of Contents

Kenapa kamu harus belajar golang?

Bayangkan kalau kamu bisa punya bahasa pemrograman yang punya kecepatan setara C++, tapi cara nulis kodenya segampang Python. Terdengar terlalu indah untuk jadi kenyataan? Untungnya, Google mewujudkan mimpi itu lewat Golang. Go didesain khusus buat menyelesaikan masalah-masalah berat di sisi server tanpa bikin pusing developernya dengan aturan yang bertele-tele. Di artikel kali ini, kita bakal kupas tuntas kenapa kamu—sebagai mahasiswa IT yang pengen selangkah lebih maju—harus mulai melirik Go, dan gimana cara paling asyik buat mulai mempelajarinya dari nol. Tenang, nggak bakal ada teori membosankan khas diktat kuliah kok!

Oke pertama-tama kamu harus tahu dulu sejarah golang agar nanti kamu bisa memahami fungsi utama golang di buat.

Sejarah

Kamu tau nggk kenapa Go atau di sebut juga Golang di ciptakan pertama kali dan digunakan untuk apa?? Go awalnya cuma proyek percobaan oleh para insinyur Google Robert Griesemer, Rob Pike, dan Ken Thompson. Pada tahun 2007, mereka merasa frustrasi dengan bahasa pemrograman yang digunakan di Google saat itu (seperti C++ dan Java). Mereka merasa bahasa-bahasa tersebut terlalu kompleks, susah dirawat, dan proses kompilasinya lama banget sampai-sampai mereka punya waktu buat menyeduh kopi setiap kali build kode.

Kelebihan GO

Beberaka kelebihan go saya tampilkan secara singkat seperti berikut:

  • Performa Super Cepat
  • Sintaks Sederhana & Mudah Dipelajari
  • sangan handal Menangani Concurrency (Goroutines)
  • Manajemen Memori Otomatis (Garbage Collector)
  • Satu File Eksekusi (Single Binary)

Persiapan Alat (Setup Environment)

Sebelum kita menjalankan kode kamu harus tau kalau bahasa go tidak dapat langsung di jalankan oleh komputer, kode yang kamu buat perlu di terjemahkan dulu agar bisa di pahami oleh komputer. proses penerjemahan ini dalam bahasa pemrograman di sebut kompilasi (compiler), pada proses ini kode akan di cek struktur dan tata bahasa program kemudian jika sesuai akan diterjemahkan ke bahasa yang dimengerti oleh komputer yaitu bahasa mesin. Bukan hanya Go semua bahasa pemrograman juga punya penerjemah,tapi jenis penerjemahannya dibagi ada yang pakai Compiler, ada yang pakai Interpreter.

Langkah 1: Instalasi Go Compiler

Kamu bisa install compiler Go melalui website resmi go.dev, di situs resmi go kamu dapat memilih versi dan package instalisi go yang sesuai dengan sistem operasi laptop yang kamu gunakan untuk pengguna Windows pilih package (.msi), macOS (.pkg), dan Linux (.tar.gz).

jika package installasi telah di download lakukan installasi go seperti aplikasi biasa.

Langkah 2: Cek apakah Go telah di install dengan benar

Jika instalasi telah selesai kamu bisa buka Terminal dan cek go yang baru kamu install.

go version
go version go1.26.3 windows/amd64

jika muncul tampilan seperti ini tandanya compiler go berhasil kamu install

Note

Catatan Penting: Jika setelah mengetik go version muncul error “command not found”, coba restart (tutup dan buka kembali) terminal atau VS Code Anda terlebih dahulu agar sistem membaca instalasi baru.

Langkah 3: Install Kode Editor

Dalam pemrograman ada banyak kode editor yang bisa kamu gunakan diantaranya yang paling sering di gunakan adalah VScode dan beberapa aplikasi berikut:

install kode editor sesuai yang kamu rasa nyaman di gunakan kalau saya menyarankan menggunakan VScode. jika kamu menggunakan VScode jangan lupa install ekstensi resmi bernama “Go” dari Go Team di VS Code agar dapat fitur auto-complete (IntelliSense).

Mengenal Struktur Folder & Go Modules

Sebelum kita mulai menulis kode, ada satu konsep penting di Go modern yang wajib kamu tahu, yaitu Go Modules.

Bayangkan Go Modules ini seperti “akta kelahiran” atau identitas dari folder proyek yang kamu buat. Di bahasa pemrograman lain, ini mirip seperti file package.json di Node.js atau pom.xml di Java.

Sejak Go versi modern, fitur ini wajib digunakan agar laptop kita dan teks editor (seperti VS Code) tahu bahwa folder tersebut adalah sebuah proyek Go yang resmi. Jika kita tidak mengaktifkannya, teks editor kita biasanya akan memunculkan garis merah (error) karena kebingungan membaca kode kita.

Cara mengaktifkan perintah: go mod init

Buat terlebih dahulu folder untuk menyimpan projek belajar kita, kamu bisa beri nama apapun atau beri saja nama belajar-go.

Setiap kali kamu membuat folder proyek Go yang baru, langkah pertama yang harus kamu lakukan di terminal adalah menjalankan perintah ini:

# 1. Masuk ke folder proyek
cd belajar-go

# 2. Inisialisasi proyek (Ganti 'belajar-go' sesuai nama folder Anda )
go mod init belajar-go

Begitu perintah ini dijalankan, Go akan otomatis membuat satu file baru bernama go.mod di dalam foldermu. File kecil ini punya tugas besar, di antaranya:

  1. Mencatat Nama Proyek: Menjadi identitas utama saat file kode kamu ingin memanggil file kode lainnya di dalam folder yang sama.

  2. Mencatat Versi Go: Memastikan proyekmu berjalan di versi Go yang tepat.

  3. Mengatur Library: Tempat mencatat jika nanti di materi-materi akhir kita mendownload library (kode tambahan) buatan orang lain dari internet.

Jadi, ingat aturan emas ini ya: Bikin folder baru ➡️ buka terminal ➡️ jalankan go mod init. Cuma butuh waktu 3 detik, tapi bisa menyelamatkanmu dari berbagai error yang bikin pusing di kemudian hari!

Penutup

Selamatt… jika kamu sudah melakukan semua langkah-langkah di atas pada Go Frome Zero to Hero selanjutnya kamu sudah siap untuk menulis kode go kita mulai belajar struktur Go di artikel berikutnya.

pantau terus ya, materi selanjutnya bakal segera rilis!

Tags :
Share :
comments powered by Disqus